Sejarah jawilan
BABAD BANTEN
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya(Bung Karno)
Kutipan:
Suatu bangsa akan hancur jikalau lupa akan sejarah bangsa itu sendiri.
Jangan sekali-kali lupakan jasa para ulama
JASHIJAU.
Jawilan banten tengah
Sahabat semua pasti belum tau banyak asal muasal Penamaan jawilan,Disini kami akan mengupas sedikit sejarah tentang jawilan.
Jawilan asal kata dari bahsa inggris,
karena bangsa belanda dulunya ada yang menggunakan bahsa inggris dalam dialog kesehariannya,berikut ini asal muasal penamaan jawilan.
joe artinya perajurit,land artinya tanah.
"Bisa di simpulkan joe land adalah tanah perajurit,kenapa saya sedikit memaksakan atas penamaan joe land karena dari buku riwayat pamarayan dan jawilan persi babad pamarayan yang menurut cerita turun temurun bahwasanya di lokasi jawilan itu akan di bangun perumahan yang namanya menggunakan kata land.
Atau perusahaan besar yang di ujung namanya memakai kata nama land,
Namun versi lain dari Media Lakon Sunda, menceritakan akan di bangun rumah sakit umum,Dan dari versi Bani kesultanan akan di bangun pondok pesantren megah dengan pasilitas lengkap,Akan tetapi di zaman itu akan sulit mendapati orang alim,Wallahu a'lam.
Jawilan versi lainnya menyebutkan asal kata dari rawelan(Memetik satu persatu)rawelan adalah bahasa lokal yang artinya mengambil satu persatu para perajuritnya untuk pertempur di medan perang,dan penamaan jiwilan versi lainnya adalah jeweran(menegur)Menjewer setiap orang yang melanggar adat istiadat tempat tersebut
Ada juga cerita dari masyarakat sekitar penamaan jawilan adalah dari daun/sayuran yang tumbuh di atas air rewelan,Semua versi memiliki cerita masing masing dalam cerita lokal di setiap desa,
Jawilan ada di serang timur atau banten tengah,kenapa di namakan banten tengah? Di karnakan lokasi di tengah-tengah antara tiga kabupaten Kab.tanggerang Kab.lebak Kab.serang,Adapun penjelasan para sesepuh Banten tengah karena pusaran ke digjayaan ada di sini di lima tempat,Waringinkurung Pamarayan Sumurbandung Jawilan Panenjoan,
Siapa pendiri jawilan?
Pendirinya yaitu,dengan panggilan akrab Ki Burhan Alias Syekh Abdullah dengn gelar kebangsawanan(pangeran arya qodli Djayasantika)bin pangeran ksatrian madura(Tubagus tonk)Bin sulthan maulana abul mafakhir mahmud abdul qodir,("Sulthan banten ke4. Kenari,Serang banten)Bin Sulthan maulana muhammad ("Sulthan ing banten ke3.")Bin Syekh Sulthan Maulana Yusuf,(Sulthan banten ke2.Panembahan/Kasunyatan")Bin Syekh Hasanuddin (Sulthan ke-1 banten Surosowan)Bin Syekh Syarif Hidayatullah Al-Khan(Sang Sunan Gunung Jati)
Syekh Abdullah atau Pangeran Arya Atau Ratubagus Buang
Alkisah
Pada masa itu Tb.Buang meneruskan perjuangan sulthan ageng tirtayasa(Syekh Abul Fathi Abdul Fatah Alfath)melawan Sulthan Ishak dan sekutunya yaitu belanda Setelah beberapa lama peperangan namun pasukan sulthan tidak sanggup melawan belanda yang merekayasa dan yang membuat kegaduhan di kesulthanan banten, Karena menginterpensi sulthan adipati ishak padahal waktu itu sulthan Haji(Syekh Maulana Mansyuruddin)masih resmi Sebagai Sulthan banten,Setelah penyerahan kesulthanan kepada sulthan haji/Syekh Mansyuruddin oleh ayahnya yaitu sulthan Ageng tirtayasa,
Namun setelah beberapa bulan menjabat menjadi raja banten, Sang sulthan haji ingin mendirikan kerajaan banten di baghdad sultan haji pun menyerahkan sementara tahta kepada adiknya yaitu Adipati ishaq ,Hal ini memberi ruang kepada pihak belanda dan sekutunya,Belandapun mencari kesempatan sepeninggalnya Sultan haji ke baghdad dan mendekati Adipati ishaq dengan beberapa petinggi belanda, Kesulthanan di intervensi oleh Belanda.Namun Sebelum ke kisah Tb.buang kami kisahkan terlebih dahulu kisah singkat penyerahan tahta kerajaan Sulthan Maulana Mansyuruddin agar tidak terjadi kekeliruan sejarah,
Karena Sulthan Mansyuruddin waktu itu berniat pergi ke bagdad ingin mendirikan kerajaan/Nagara Banten di negeri para Wali,Namun sebelum sampai tujuan beliau singgah di pulau Majeli(Majene)China dan lumayan lama sampai menikahi putri dari penguasa pulau tersebut,Setelah Mendapat Isarah akhirnya beliaupun sadar akan khilafnya karena sebelum beliau berangkat Sang ayah berpesan salah satu pesannya adalah,"Jikalu engkau ingin mendirikan kerajaan Banten di Baghdad agar jangan sampai kamu singgah di suatu tempat manapun terkecuali Makah untuk menunaikan Haji,Dan beliau pun melanjutkan perjalanannya ke baghdad Namun tujuannya gagal,Singkat cerita beliau pergi berhaji ke mekah sambil merasa penuh dengan dosa,karena melanggar pesan ayahnya.
Akhirnya sang penguasa pulau itupun tak menyia-nyiakan kesempatan itu sang penguasa pulau itu(Majeli)pergi ke banten lama menyerupai Sultan Mansyuruddin dan Adipati Ishaq menyerahkan Tahta kesulthanan kembali,Tahta itupun di pegang Mansyuruddin palsu,Tak berapa lama Raden Arga Mangkubumi mencium hal yang tidak beres dengan Mansyuruddin palsu dan terjadi perdebatan antara Raden Arga Mangkubumi dengan para penasehat kesulthanan"Raden Arga Mangkubumi menyangka bahwa Syekh Mansyuruddin masih berada di Makkah Namun para penasehat kesulthanan dan beberapa abdi dalem malah sebaliknya bahwa ini adalah Syekh Mansyuruddin!
Karena Mansyuruddin palsu tidak mau menyia-nyiakan waktu lalu membuat kekacauan di bantu sekutunya belanda,Lalu Kekacauan di kesulthanan Membuat Sulthan Ageng Tirtayasa geram dan membuat pernyataan bahwa betul yang di katakan Raden Arga Mangkubumi itu, Sulthan Maulana Mansyuruddin masih di Makkah! Mendapati pernyataan tersebut Mansyuruddin palsu mengelak bahwasanya pernyataan itu tidak benar dan membuat perselisihan di antara abdi dalem dan rakyat,Lalu Mansyuruddin palsu Membuat Maklumat Sulthan Ageng Tirtayasa agar pergi untuk mengasingkan diri, Setelah beberapa Minggu kemudian Akhirnya Sang sulthan ageng mensiasati agar kebenaran perasangkanya bisa di buktikan,dan membicarakan hal tersebut kepada Adipati Ishaq, Setelah itu Adipati Ishaq memergoki kejanggalan Mansyuruddin palsu terjadi duel antar Mansyuruddin palsu dengan Adipati Ishaq Lalu Mansyuruddin palsu kalah dan pergi meninggalkan Kesulthanan Tahta pun kembali di pegang Adipati Ishaq,Akan tetapi kekisruhan di kesulthanan di jadikan kesempatan untuk menguasai perekonomian karena kekisruhan itu pihak Belanda Sangat di untungkan dalam hal perekonomian, Adipati Ishaq sudah terlanjur bekerjasama dengan Belanda dalam hal perekonomian pihak Belanda Sangat angkuh sehingga beberapa wilayah perdagangan di kuasai pihak Belanda,Berita itu sampai ke Sulthan Ageng Tirtayasa dan beliau tidak tinggal diam,Lalu membuat perlawanan Akan tetapi kalah strategi oleh pasukan Belanda dan memilih mundur, Setelah itu Sulthan Ageng Tirtayasa di bantu Para tokoh ulama melawan keangkara murkaan dengan melakukan penyerangan kedua,Namun kalah kembali dalam jumlah pasukan,dan kembali ke daerah tirtayasa sambil menyusun strategi penyerangan,Singkat cerita Sepulangnya Sulthan haji Kesultanan pun kembali normal akibat perlawanan yang di lakukan,akan tetapi kelicikan pihak Belanda membuat beberapa wilayah Kesulthanan di kuasai dan perekonomian di monopoli belanda,Perjuangan biliau di lanjutkan oleh Pangeran Madura atas permintaan ayahnya yaitu Tubagus tong untuk membantu penguasaan kembali wilayah Banten,Pangeran madura yaitu Pangeran Arya qodly djayasantika Atau Tb.Buang,Tb.Buang di bantu Syekh Mustafa (Ki Tapa)Beliau berdua melakukan perlawanan dan penguasaan kembali wilayah yang dulu di rebut Belanda di masa Kesultanan Adipati Ishaq,Penyerangan pertama gagal sampai akhirnya penyerangan kedua berhasil membuat pihak Belanda dan sekutunya kewalahan,Sampai Belanda merekrut para jawara untuk menangkap TB,Buang dan Ki Tapa,dengan kelicikan Belanda pihak Tb.Buang dan Ki Tapa memilih gencatan senjata karena tidak mau berperang dengan rakyatnya sendiri karena Belanda dan jawara juga merekrut masyarakat biasa untuk ikut serta melawan Tb.Buang dan Ki Tapa dengan alasan mereka berdua pemberontak,Para pengikut Tb Buang dan Ki Tapa pun kembali ke keluarganya masing-masing,Kiai Tapa melanjutkan perjuangannya sampai tutup lakonnya,Karena fitnah dari Belanda Tb.Buang bersembunyi dan menyamar menjadi rakyat biasa di daerah Pamarayan,yang dulunya Kerajaan,(Welminah)Raja walminah.singkat cerita beliau pergi ke suatu tempat yang sangat aman dari belanda dan sekutunya,yaitu hutan belantara yang di kenal dengan kampung Jawilan sekarang ini,di tempat itu beliau ingin membangun pondok kecil namun beliau kebingungan tidak ada alat untuk membuat pondok lalu beliau pergi ke Tirtayasa dan kembali membawa alat dan kayu di bantu Ki Zakaria dan mas kantrong di sela sela pembangunan pondok beliau bertiga makan dan lalapannya daun Rewelan ,Sambil makan Tb,buang berpesan agar nantinya setelah saya pergi dari tempat ini,berilah nama tempat ini rawelan karena daun ini sangatlah enak.Setelah beberapa lama kemudian Tb.buang pergi dan berpesan kepada Ki Zakaria dan Mas kantrong untuk tetap di sini dan meneruskan lakonnya,Saya akan meneruskan pendudukan kembali ke wilayah Bogor,
Di antara muridnya yaitu,
1:Ki,Santri/Tb,Zakaria Pamarayan (Penerus Ki Anom/Kanom lalu Ki puger Jawilan)
2:Syekh Abdillah(Penerus Mas Syarifuddin lalu Mas Hasim Palla kopo)
3:Mas kasan abdul ghoni leweng geude(Muridnya adalah mas kepe lalu Mas Rusen/Said Hussain Cemplang Jawilan)
4:Mas kantrong/Raden Aliyuddin(Punya murid Mas Dalang Punya Murid Tb. Ayudin munjul Kp,Cibogo jawilan) Beliaulah yang di titipkan buku babad pamarayan yang di teruskan oleh Cicitnya yaitu kayi Sarbani Kp,Pasir Sempur bojot
5:Tb.Abdul gaffar tanara _
6:Kh.Abul fatah jasinga_
Dan masih banyak lagi murid-muridnya.
Kita kembali ke kisah Asal muasal penamaan Jawilan Tb.buang yang mengasingkan diri demi membela kebenaran,Beliau menempati Tarisit penamaan sekarang yang waktu itu adalah hutan belantara yang sulit di cari oleh siapapun,dan tarisit juga tempat persinggahannya Pangeran langlang buana/Jayalelana Begitupun Syekh Mansyuruddin pernah singgah di tempat tersebut bersama Raden Jemah,Jawilan sendiri dulunya merupakan hutan belantara yang banyak binatang buas termasuk harimau Mas Jema/Jemah,makanya amat sulit di tembus oleh orang orang jahat seperti belanda japan dan sekutunya, penyebutan tempat persinggahan itu di namakan Tarisit yang artinya angker,dan perlu di ketahui jua beberapa babad lakon dan yang tau babad pamarayan maupun babad banten Tb.buang masih sering mundar mandir di daerah Tirtayasa pamarayan dan jawilan,karena tempat itu sangat berkesan bagi beliau.
"Kenapa jawilan Banten tengah begitu terikat dengan banten lama "ya di karenakan tempat itu tempat persinggahan teraman bagi beliau dan tempat menybar luaskan keilmuan dan mendidik para penerus untuk penguasaan kembali banten lama.,
@Berikut nama-nama Sulthan Syekh(Waliyullah)yang harus di sebut bagi ahli jawilan ketika bertawasul
KIRIMKAN FATIHAH
=Syekh Abdullah Qodir Al-Jaelani Al Qodariyyah
=Syekh Muhammad Idris Assyafiiyah
=Syekh Abil Hasan Al Asy'ari
=Syekh Abi Mansyur Al Maturidi
=Syekh Abi Hamid Muhammad Al Ghozali
=Syekh Abil Hasan Assadziliyyah
=Syekh Muhammad Baharuddin Annaqsabandiyyah
=Syekh Abil Qosim Junaedil Baghdadi That ifah Assufiyyah Al junaidiyyah
=Syekh Ahmad Rifa'i/Syekh Akmad Kabirurifai Arrifaiyyah
=Syekh Ahmad Badawi nusuki
=Syekh Ibrahim Dasuki
=Syekh Ja'far Shodiq
=Syekh Abi Yazidil Bustomi
=Syekh Ibnu Alwan
=Syekh Ibnu Nironi
=Syekh Yusuf Al Hamdani
=Syekh Abil Hasan Harqani
=Syekh Ma'rufil Karkhi
=Syekh Sarri saqothi
=Syekh Habibul Azami
=Syekh Marsyahdatullah
=Syekh Dzatul Kahfi
=Syekh Bayanillah
=Syekh Maghribi
=Syekh Sohibul Bahri
=Syekh Syarif Hidayatullah-Sunan gunung jati
=Raden Ainul Yaqin-Sunan giri
=Raden Rahmat-Sunan Ampel
=Maulana Makhdum-Sunan Bonang
=Maulana Malik Ibrahim -Sunan gersik
=Raden Mas Said-Sunan Kali jaga
=Sayid Qosim Syarifuddin-Sunan Drazat
= Syekh Umar Sayid-Sunan Muriya
=Syekh Ja'far Shodiq-Sunan Qudus
=Sulthan Maulana Hasanuddin-Banten lama
=Syekh Maulana Yusuf-Kasunyatan
=Sulthan Abul Fath Abdul Fatah-Tirtayasa
=Syekh Mansyuruddin-Cikaduen
=Syekh Abdul Jabbar-Pasir Angin
=Syekh Abdul Qohar-Pasir Angin
=Syekh Abdul Fatah-Cilegon
=Syekh Ahmad khotib- Sambas-Asam Sambas
=Syekh Ahmad khotib AlFadani-Balai Gurah Ampek Angkek
=Syekh Abdul Karim-Tanara
=Syekh Nawawi-Tanara
=Syekh Ahmad khotib Banten lama
=Syekh Kholil Bangkalan
=Syekh Hasyim Asy'ari Jombang
=Syekh Asnawi Caringin
=Syekh Ahmad Soleh Gunungsantri
=Pangeran Jagaraksa Pulaucangkir
=Syekh Sahal Cilegon
=Syekh Jamaludin Mekarsari Pulomerak
=Abuya Muqri Kalanganyar labuan
=Abuya Armin Sekong Cimanuk
=Abuya Bustomi Curugbarang Cipeucang
=Abuya Palawira Sekong Cimanuk
=Abuya Dimyathi Tangara Cadasari
=Abuya Yusuf Caringin Cisoka
=Raden Jemah/Jema-Ujungkulon
=Mas Borelang-Ujungkulon
=Kibuyut Kalam/Ki tempang Gununganten
=Ratubagus Buang-Kasemen/Jasinga
=Tb.Syekh Zakaria Yahya-Kole Pamarayan/Batuceper
=Syekh Yusuf Karinding-Cangkudu Balairaja
=Syekh Magelungsakti-Karangkendal kapetakan
=Ki Mas Dalang-Gunung Nangerang
=Mas Faraqo-Gunung Nangerang
=Buyut Serang-Gardu Ciminyak
=Raden Mas Pakuis-Gunung Nangerang
=Mas Dengkot-Gunung salak
=Mas Perbu-Gunung salak
=Mas Rona-Gunung salak
=Tb.Khaer-Leuwi jeruk Pamarayan/Tanah sereal Bogor
=MasNun-Serang
=Raden Aliyuddin-Patok besi Jawilan
=Mas Burhan-Dayeh Cilaja
=Ki Mas Kantrong-Pangerenan Citeras
=Mbah Tumpeng-Haurdapung Jawilan
=Mas Kepe-Cikendi
=Mbah Bugel Jawilan
=Nyai Mas Gamparan- Cemplang jawilan/Tanjungsari pabuaran
=Nyai Mas Badariyah-Pamengkang kramatwatu
=Nyai Mas Carikmanik-Sukabares Waringinkurung
=Raden Kuncung Amarullah-Curugbitung Curugbitung
=Syekh Darma Kusuma-Sumurbandng Jayanti
=Syekh Syara-KarangTengah Pagintungan
=Nyai Mas Syarah-Pagintungan
=Nyai Mas Layong-Pagintungan
=Mas Syarifuddin-PasirHuni Pagintungan
=Nyai Mas Melati-Lebakwangi Carenang
=Syekh Abdullah-Sumurbandung
=Mas Dzong-Tembong CipocokJaya
=Kai Bongkong-Nanggung Kopo
=Nyai Sepuh-Nangela Kopo
=Mas Hasyim-Palla Kopo
=Mas Derah-Palla
=Mas Bongsang-Palla
=Mas Ilyas-Rancasumur Kopo
=Mas Daimin-Pasanggrahan Kopo
=Buyut Sake-Mender Pamarayan
=Kai Kisa-Paneresan Kopo
=Raden Kh.Ujang-Citeras
=Kai Dulhaq-Ancol Jawilan
=MasDuki-Caringin Jawilan
=Kai Jasam-Kp.Baru cemplang Jawilan
=Kayi H.Sarbani-Kp pasir Sempur Bojot Jawilan
=Wa Januri bin Sarikun bin Rasman bin Asdi bin Tholab bin Fuger bin Kanom bin Zakaria yahya
A){Buku babad pamarayan}Pewaris Kai buyut Ayudin
B){Keris Pusaka Jayalelana Dan pusaka Ki mas dengkot Padjadjaran}Pewaris Mas puger
C){Baling baling}Pewaris ki hasyim
'karena keseharian tb buang gemar membuat anyaman dari lidi dan bambu sewaktu mengasingkan diri di jawilan
D){Jagur}Yang di simpan oleh keturunan Mas syarifuddin Palla cisoka,
Menurut carita kolot baheula Kp jawilan juga tempat perjalanan alam goib dan tempat berjalannya Pusaka peninggalan masa lampau yang memiliki aura fositif dari pulau sara(Karang Tengah) pagintungan membentang ke arah tarisit sampai ke kp palla cisoka,
Di Jawilan juga masih banyak keturunan yang masih memegang teguh Adat istiadat leluhurnya
《RATUBAGUS&PERMAS》
Di antara Para Waliyullah di atas Jawilan tidak pernah kehilangan Wali-walinya sampai saat ini, Diantaranya ialah
Mas Rusen alhusaini leuweung gede Desa cemplang,di antara keturunan Mas Rusen yang konon akan Menegakan kembali kejayaan banten tengah,setelah nagara dan ageman goyah dan setelah keturunan pucuk Umun membuat kekacauan di tanah banten,yang akan mengetuk tongkat perlawanan yaitu dari jalur keturunan Nyimas gamparan,
Mas Derah bin Mas Hasyim Kp Palla
Penerus keturunan Mas Hasyim ada banyak di antaranya Mas Bongsang Kayi Daimin Kayi Kisa Kayi Parwila Mas Ilyas Nyai Maryam,Untuk lebih lanjutnya silahkan di tanyakan langsung ke keturunannya yang masih ada di lingkungan keramat palla.Dari Jalur Mas Santri.
Kyai Jamaluddin Kp Ancol,
Di antara keturunannya adalah Kayi Mas Duki Makbaroh di Masjid Jammi Asshogiri kp.caringin bojot. Dari Jalur Mbah Kantrong
Kayi Mangun tapa atau Kayi Jasam bin Jamanar,Kp Baru Cemplang
Tidak di ketahui keturunannya,Namun keilmuannya thariqahnya di terusken oleh Kayi H.Sarbani di terusken oleh Ust,Seel dan seterusnya hingga kini,Beliau berdua dari Jalur Mas Santri
Mbah bugel Kp Jawilan
Di antara keturunannya adalah Nyi mas Melati&Nyi mas Badariyah dan seterusnya
dari jalur Raden kuncung.
Nyai Mas Sepuh&Kayi Mas bongkok Nangela
Banyak penerus keilmuannya namun beliau tidak ingin di publikasikan.
Raden Aliyuddin patok beusi
Belum di klarifikasi soal keturunannya Namun Konon Setelah masjid terbesar Se-Indonesia di bangun di kp pulau sara yang di kenal dengan sebutan karang tengah dan Pos penjagaana sudah di bangun keturunannya akan bermunculan
Masih banyak keturunannya yang tidak mau di publikasikan dan kami belum mengklarifikasi kepada para sinepuh,
Kenapa kami berfokus ke tanah jawilan karena sesuai dengan Judul di atas(Sejarah Jawilan),sekian terimakasih apabila catatan ini kurang jelas atau ada yang salah dalam penulisan atau dalam beberapa versi sejarah,
Kami Mohon maaf dan mohon untuk di koreksi,
tulisan ini Kami dapat dari sumber terpercaya dari para sinepuh dalam cerita rakyat dan keturunannya yang masih hidup,
Catatan:
Perlu di ketahui kalau ada yang mengaku Keturunan daripada para Sulthan Syekh Atau Ratubagus&Permas lalu mereka Meminta sesuatu apapun itu,mohon jangan di percaya terlebih dahulu,Cari tau motif mereka apa tujuannya,untuk apa,dan mau apa,Terus jika mengaku sebagai keturunan dan mengaku sukarnois Alangkah bijaknya jika mereka Membaca makalah Babad pamarayan atau Bertalhim yaitu yang di kenal syahadat Pamarayan sahadat banten tengah kalau mereka keliru berarti mereka berdusta.
Catatan:
Syahadat banten bukan berarti keluar dari Dua kalimah syahadat.
Akan tetapi syahadat tersebut adalah ucapan salam atau kode bahwa ia adalah benar keturunan waliyullah ing banten.
©MLSCenter™
Penulis:Nulalakon
Sumber :Kayi H.Sarbani&Ustd.Seel
Sumber :Babad banten Babad pamarayan
Sumber :Yayasan Bani kesultanan Banten
Naskah : Caruba Nagara
Riwayat :Palita Lima
والله أعلم بالصّواب

Komentar
Posting Komentar